Remidi Sendiri

Dunia Akan Berubah Jika Kamu Berubah

Berikut ini tulisan gue setahun lalu, waktu awal kelas XII:

==ll==

Orang bilang,“Dunia akan berubah jika kamu berubah.” Itu semua bohong. Berapa kalipun kamu berubah, dunia akan tetap seperti sekarang. Korupsi, penyuapan, kemacetan, dan berbagai hal suram lain di dunia ini tidak akan berubah. “Dunia akan berubah jika kamu berubah,” hanya berlaku untuk orang-orang berkedudukan presiden atau perwakilan PBB.

Bagi orang-orang biasa, “Dunia akan berubah jika kamu berubah,” hanya istilah lain untuk “Berkompromi dengan dunia.” Baca lebih lanjut

Transformers 4: Age Of Extinction

Review: Transformers 4: Age Of Extinction

Gue mengikuti semua seri Transformer, urut dari yang pertama. Dan semuanya gue tonton dari DVD yang gue pinjam di Movie Time. Karena sewaktu SMP, di tempat tinggal gue gak ada bioskop, dan saat SMA, uhuk, gue bingung mau ngajak siapa. Hingga pada akhirnya, kemarin gue berkesempatan menikmati pertarungan para robot itu di layar lebar, nobar, dan dengan perut lapar. Karena lagi puasa, FYI. Baca lebih lanjut

Why I Hate Film Critic

Why I Hate Film Critic

Gue gak pernah mengerti jalan pikiran seorang kiritikus.

Bukan hanya kritikus film, kritikus lain pun gue juga gak ngerti. Sebagai contoh, kritikus makanan.

Pernah suatu kali gue nonton acara lomba masak di TV, dengan tiga orang kritikus -yang ketiganya menyebut diri mereka juri. Salah satu kontestan maju membawa masakannya. Dari tampilannya, makanan itu terlihat mewah dan menggoda selera makan. Namanya pun sangat meyakinkan, ‘Chiken Lavonte Albaguera’ atau apalah itu. Gue yang nonton di TV aja tau kalau masakan itu enak. Enaknya pake banget.

Tapi begitu salah satu juri itu makan, yang dia katakan adalah…

Masakan ini, rasanya kaya… sampah!

Yang terlintas di pikiran gue saat itu hanya satu, “Men, lo biasa makan sampah dimana sih?

Seriusly, kalau ada sampah yang rasanya seenak itu, gue bersedia setiap hari mulung di tempat itu. Serius gue. Baca lebih lanjut

PILPRES, LATAH POLITIK

Pilpres = Latah Politik.

Menjelang pilpres, banyak orang tiba-tiba jadi melek politik. Social Media pun menjadi tempat yang menarik untuk mengamati betapa ‘latahnya’ orang-orang akan politik.

Di twitter, mereka yang tadinya selalu melucu dan melontar gombalan, sekarang jadi memuja-muja capres tertentu dan menjelekkan capres lain. Yang tadinya pasang avatar sebelahan sama pacar, sekarang sebelahan sama slogan capres yang dipilih.

ava pilpres Baca lebih lanjut