Why Should I be Bothered Writing About Myself?

Why Should I be Bothered Writing About Myself

“Aku tak pernah berharap menjadi diriku yang sekarang ini.” Dialog itu diucapkan oleh Uehara di dorama ‘Saikou no Rikon. Kalimat tersebut tidak hanya mewakili karakter Uehara, tapi juga mewakili saya sebagai penonton, karena untuk beberapa alasan, saya juga merasakan hal yang sama. Hanya saja karakter saya tidak diwakili oleh Uehara yang populer dan kakoi (keren dalam bahasa jepang), tapi oleh karakter lain, yaitu Hamasaki.

Hamasaki sendiri adalah orang dengan pandangan pesimis-realistis, yang merasa tersinggung saat pertama kali membuat akun facebook dan membaca notifikasi “anda tidak mempunyai teman“. Baca lebih lanjut

What I Hear When Talking About Rapat

what I hear when we talk about rapat

I never think before, this post will be publised in ramadhan. But, I really want to write it. So, I haven’t another choice, but accept this as an punishment because being a procrastinator, back then.

Well, this is the story. It begin when my class decide to made an short movie, whit the whole student on my class as crew members. Almost everyday, we have meeting to discussed everything we need for filmmaking. Yeah, meeting, or usually known as ‘rapat’ in this country. Because of that, my every singgle day always get involved by these things: Baca lebih lanjut

Pada Akhirnya, Saya Bermasalah dengan Hal Semacam Ini

Pada Akhirnya, Saya Bermasalah dengan Hal Semacam Ini

Suatu malam, seusai screening film di Kedai Kebun Jogja, Wregas Bhanuteja menjawab pertanyaan penonton untuk filmnya yang barusaja diputar. Salah satu hal yang menarik perhatian saya adalah pernyataanya tentang ‘bentuk dan rasa’.

Saat itu, wregas ditanya tentang kenapa menggunakan bahasa jawa dalam filmnya. Wregas menyebut nama dua tokoh seniman dunia sebagai referensi. Saya tidak ingat dengan pasti nama kedua tokoh tersebut. Saya hanya ingat, kedua seniman itu mempunyai pendapat yang berbeda. Yang satu beranggapan bahwa dalam karya seni, rasa itu lebih penting dari pada bentuk. Sedang pelukis yang lain, beranggapan bahwa bentuk lebih utama dari pada rasa. Baca lebih lanjut

Dunia Akan Berubah Jika Kamu Berubah

Dunia Akan Berubah Jika Kamu Berubah

Berikut ini tulisan gue setahun lalu, waktu awal kelas XII:

==ll==

Orang bilang,“Dunia akan berubah jika kamu berubah.” Itu semua bohong. Berapa kalipun kamu berubah, dunia akan tetap seperti sekarang. Korupsi, penyuapan, kemacetan, dan berbagai hal suram lain di dunia ini tidak akan berubah. “Dunia akan berubah jika kamu berubah,” hanya berlaku untuk orang-orang berkedudukan presiden atau perwakilan PBB.

Bagi orang-orang biasa, “Dunia akan berubah jika kamu berubah,” hanya istilah lain untuk “Berkompromi dengan dunia.” Baca lebih lanjut