Feeds:
Pos
Komentar

what I hear when we talk about rapat

I never think before, this post will be publised in ramadhan. But, I really want to write it. So, I haven’t another choice, but accept this as an punishment because being a procrastinator, back then.

Well, this is the story. It begin when my class decide to made an short movie, whit the whole student on my class as crew members. Almost everyday, we have meeting to discussed everything we need for filmmaking. Yeah, meeting, or usually known as ‘rapat’ in this country. Because of that, my every singgle day always get involved by these things: Lanjut Baca »

Suatu malam, seusai screening film di Kedai Kebun Jogja, Wregas Bhanuteja menjawab pertanyaan penonton untuk filmnya yang barusaja diputar. Salah satu hal yang menarik perhatian saya adalah pernyataanya tentang ‘bentuk dan rasa’.

Saat itu, wregas ditanya tentang kenapa menggunakan bahasa jawa dalam filmnya. Wregas menyebut nama dua tokoh seniman dunia sebagai referensi. Saya tidak ingat dengan pasti nama kedua tokoh tersebut. Saya hanya ingat, kedua seniman itu mempunyai pendapat yang berbeda. Yang satu beranggapan bahwa dalam karya seni, rasa itu lebih penting dari pada bentuk. Sedang pelukis yang lain, beranggapan bahwa bentuk lebih utama dari pada rasa. Lanjut Baca »

Berikut ini tulisan gue setahun lalu, waktu awal kelas XII:

==ll==

Orang bilang,“Dunia akan berubah jika kamu berubah.” Itu semua bohong. Berapa kalipun kamu berubah, dunia akan tetap seperti sekarang. Korupsi, penyuapan, kemacetan, dan berbagai hal suram lain di dunia ini tidak akan berubah. “Dunia akan berubah jika kamu berubah,” hanya berlaku untuk orang-orang berkedudukan presiden atau perwakilan PBB.

Bagi orang-orang biasa, “Dunia akan berubah jika kamu berubah,” hanya istilah lain untuk “Berkompromi dengan dunia.” Lanjut Baca »

Sikap Rakyat Indonesia

Duh, ini yang nulis kok pinter banget ya? Artikel asli baca di sini

Gue mengikuti semua seri Transformer, urut dari yang pertama. Dan semuanya gue tonton dari DVD yang gue pinjam di Movie Time. Karena sewaktu SMP, di tempat tinggal gue gak ada bioskop, dan saat SMA, uhuk, gue bingung mau ngajak siapa. Hingga pada akhirnya, kemarin gue berkesempatan menikmati pertarungan para robot itu di layar lebar, nobar, dan dengan perut lapar. Karena lagi puasa, FYI. Lanjut Baca »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 126 pengikut lainnya.