YANG BIASA DILAKUKAN AGAR JAWABAN BENAR SAAT UJIAN

Yang Biasa Dilakukan Agar Jawaban Benar Saat Ujian

Setiap orang pasti pernah mengalami suatu ujian. Entah ujian apapun itu. Minimalnya ya ujian hidup, karena manusia adalah makluk hidup.

Pernah suatu hari gue kelaparan ketika pulang sekolah. Di jalan pulang ada tukang empek-empek. Pengen beli, tapi gue mikirnya, ah makan di rumah aja gratis. Sampe di rumah, ternyata gak ada orang. Gue buka kulkas gak ada makanan. Akhirnya gue pergi lagi ke tempat tukang empek-empek yang tadi. Sampe di sana tukangnya udah gak ada. Gue lalu melihat ada yang jual dawet. Gak pengen beli, tapi gue mikirnya, ah dari pada kelaperan mending beli dawet. Pas mau beli, baru sadar duitnya ketinggalan. Gue balik lagi ke rumah. Untungnya dawetnya bukan grobak, jadi dia gak kemana-mana dan gue beli 2 sekalian biar kenyang. Sampe rumah ternyata udah ada orang. Mereka pulangnya ngebawain makanan di bungkus kresek. Gue mikirnya, yah minimal gue gak perlu makan dawet 2. Pas dibuka isinya dawet juga.

Itu adalah salah satu ujian hidup gue. Ujian hidup banget emang.

Dari banyaknya ujian yang pernah gue lalui, ujian sekolah adalah yang paling gue kuasai. Dan kalau kita juga mempertimbangkan faktor jam terbang, bisa dikatakan gue juga menguasai ujian remidial. Hebat kan gue?

Well, kita semua tahu bahwa Inti dari ujian sekolah adalah menjawab soal dengan benar. Ini bukan masalah kalo kita tau jawaban yang benar. Nah, masalahnya kalo kita gak tau gimana?

9 tahun mengenyam pendidikan di sekolah telah memberi waktu yang cukup bagi gue untuk mengamati apa saja yang dilakukan orang untuk berhasil menjawab pertanyaan dengan benar. (lebih…)

NUSANTARANGER

Komik Keren? Ya Nusantaranger Lah!

Komik adalah karya seni yang paling berpengaruh dalam kehidupan gue.

Karena membaca komik, gue ketemu dan beteman dengan banyak orang. Karena membaca komik, gue akhirnya tertarik dengan novel. Karena komik juga, gue pernah dibilang keren sama cewek.

Waktu itu gue masih duduk dibangku kelas X SMA. Kejadiaanya adalah saatlagi nyari tanda tangan untuk persyaratan ikut Bantara. Pas gue di pos olahraga, pengampunya bilang, “Kamu sebutkan posisi-posisi di American football sama tugas-tugasnya!

Mendengar itu gue terdiam beberapa detik. Mengambil nafas  panjang, lalu, “Runner Back, tugasnya membawa bola ke garis touchdown. Quarterback, tugasnya melempar bola. Line, bertugas menjaga garis dan melindungi Quarterback. Reciever tugasnya menangkap bola yang dilempar Quarterback. berKicker, menendang bola.” gue mengatakan semua itu itu tanpa berkedip sekalipun.

Lalu dari arah belakang, gue mengar suara, “wih, keren.” Itu adalah suara cewek yang antri di belakang gue.

Bagaiamana bisa gue menjawab sepecat itu? (lebih…)

Sannin Party: Hunting Foto Mas-Mbak Cosplayer

Gue suka nonton anime. Buat gue, nonton anime merupakan salah satu cara pembelajaran, khususnya psikologis. Ada banyak pelajaran hidup yang bisa gue dapatkan. Dan tanpa gue sadari, gue telah menonton lebih dari 300 episode anime dalam setahun terakhir.

Anime yang gue tonton kebanyakan gue download sendiri. Setidaknya, selama 6 bulan pertama. Karena bagi gue, butuh waktu selama itu untuk menemukan teman yang seminat. Nah, baru setelahnya, sebagaimana remaja masa kini pada umumnya memanfaatkan flashdisk, gue mulai minta anime dari mereka.

FYI aja, pertama kalinya gue mendownload anime adalah pertengahan desember 2012. Beruntung, anime yang gue download waktu itu adalah SAO (Sword Art Online) yang kualitasnya di atas rata-rata. Karakternya pun memorable, seperti Kirito yang berhasil menggambarakan seorang ‘gamer ideal’, atau Asuna yang bagaikan ‘cewek yang sagat ideal untuk dijadikan istri seorang gamer’.

Tapi tentu saja, sosok Asuna sangat sulit ditemukan di dunia nyata. Tapi Kirito, untuk menemukannya tidak sesulit bertemu dengan Asuna. Setidaknya sampai tanggal 12 Februari lalu di Sannin Party, UNISRI. Pada hari itu, gue ketemu sama Kirito, bahkan foto bareng.

Sannin Party 1Gue dan Kirito. Meskipun sama-sama karakter gamer, tingkat kekerenannya beda jauh.

Pertemaan gue dengan Kirito bisa terjadi karena budaya cosplay: menirukan suatu karakter, yang dalam hal ini, anime. Tadinya, gue cuma pernah lihat cosplay dari internet. Dan sejujurnya gue bahkan nggak tau kalau cosplau juga ada di Indonesia.

Sampai suatu hari, Ferry, teman yang paling sering gue mintain anime, membuat sebuah ajakan, “Ayo geng, ke UNISRI tanggal 2 Februari. Ada Sannin Party. Banyak cosplay-nya, makanan jepangnya juga banyak.” (lebih…)

Bersama Perangi Korupsi

Bersama Perangi Korupsi

Setiap kali mendengar kata korupsi, gue selalu teringat akan cerita dari Abraham Samad, ketua KPK saat ini.

Jadi sewaktu masih SD, beliau pernah mengambil dan membawa pulang lima batang kapur kelasnya. Mencuri tentu bukan plihan kata yang tepat untuk menggambarkan tindakan Abraham kecil saat itu, karena saat dia mengambil kapur tersebut, ada guru yang melihat dan lucunya, guru itu membiarkan. Ditambah lagi, Abraham kecil bukan satu-satunya, teman-temannya yang lain juga melakukan hal yang sama. Lalu saat di rumah, sang Ibu yang menemukan lima batang kapur di atas meja menanyainya. Beliau marah setelah tahu asal kelima kapur tersebut. Katanya, Abraham kecil bahkan sampai dipukul. Selanjutnya bisa ditebak, kelima kapur itu dia kembalikan ke kelas keesokan harinya. (lebih…)