Kucingku

cats

Ernest Hemingway dan Edgar Allan Poe dan Charles Buckowski dan Haruki Murakami dan Ratu Vienny Fitrilya. Meski majikannya Cika ‘si ntap’ yang disebutkan terakhir masih sebatas menulis blog saja, ia dan nama-nama sebelumnya beserta sejumlah sastrawan lain punya kesamaan: mereka suka kucing. Saya pun demikian, meski kebanyakan kucing tak suka saya. Tak mengapa, saya sudah terbiasa punya perasaan satu arah dengan manusia, kucing bukan apa-apa. Hanya saja ini membuat saya tertarik pada bagaimana kucing mempengaruhi karya mereka, seperti terciptanya cerpen The Black Cat dan karakter Tanaka yang bisa berbicara dengan kucing di Kafka on The Shore. Saya belum membaca tulisan Hemingway yang berhubungan langsung dengan kucing, tapi saya menemukan puisi Charles Buckowski dan membuat saya kangen kucing di rumah.

Kucingku

Aku tahu. Aku tahu.
mereka sedikit, berbeda
kebutuhan dan
kekhawatiran

tapi aku mengamati dan belajar dari mereka
aku suka betapa sedikitnya yang mereka tahu
yang mana
banyak

mereka mengeluh namun tak sekali pun
gelisah
mereka berjalan dengan kewibawaan yang mengherankan
mereka tidur dengan penuh kesederhanaan yang
manusia tak bisa
pahami

mata mereka lebih
indah dari mata kita
dan mereka bisa tidur 20 jam
sehari
tanpa
keraguan atau
sesal

ketika aku merasa
terpuruk
yang perlu kulakukan hanyalah
mengamati kucingku
dan
nyaliku
kembali

aku pelajari
makhluk ini

merekalah
guruku

Diterjemahkan secara asal dari puisi Charles Buckowski berjudul ‘My Cats’ sembari menunggu downloadan Ajin 2 yang tak kunjung usai. Puisi dalam bahasa aslinya bisa dibaca disini.

Iklan