The Raid: Gak Perlu Mikir Untuk Nonton

The Raid mengajarkan bagaimana muncratan darah yang baik dan benar.

Aspek visual dalam film ini bener-bener nggak bisa diragukan. Semuanya adegan dikemas dengan ciamik, penuh ketengangan yang bikin merem melek. Bentar, kalimat barusan kok kedengerannya agak nggak enak ya? Ah, abaikan.

Tidak butuh berpikir dua kali untuk memutuskan menonton film ini. Bahkan, gue rasa malah nggak perlu mikir. Aksi di film ini jauh melebihi ekspektasi gue. Mulai dari korban headshot terlihat langsung di layar theater, sampai bagaimana Iko Uwais membunuh beberapa penjahat dengan cara yang antimainstream.

Bagi gue, The Raid murni mempersebahkan hibuaran full body contact. Karena dari segi cerita, gue sama sekali nggak dapet plotnya. Alur film ini seperti alur saat kita main video game. Pasaran lah. Pertamanya melawan musuh yang banyak banget, tapi cemen. Kemudian semakin sedikitnya musuh, berbanding terbalik dengan tingkat keahlian musuh yang tersisa.

The Happy Tree Raid (By Dimsoer)

Film ini awalnya sadis, dengan peluru kemana-mana. Tapi kebelakangnya, makin fokus sama pencak silatnya. The Raid nggak sepenuhnya ketegangan, tapi juga ada beberapa bagian yang bikin ngakak. Adegan favorite gue, adalah pas Iko Uwais berantem sama “Machete Gang”.  

Machete Gang #1 Penjahat yang cara ngomongnya lucu.

Adegan favorite lain? Tentu saja, pas Iko Uwais melawan karakter yang pernah jadi Trending Topic Worldwide: Mad Dog. Satu theater tepuk tangan disini.

Penjahat yang cocoknya jadi tukang ketoprak, karena “Pake tangan lebih greget.”

Yang nyebelin, dan selalu ada sepanjang film adalah permainan kamera, dimana kamera dizoom-in perlahan pada satu sudut, dengan backsound pelan yang makin zoom-in musiknya makin kenceng. Evans bener-bener ngerti gimana cara bikin orang jantungan. 8 deh, buat film ini!

Satu hal yang harus diperhatikan: film ini nggak cocok untuk anak-anak. Pas gue nonton kemaren, sempat ada bayi yang nangis di kursi belakang. Jelas aja nangis, ini sadis woy! Secara medis, bayi punya pendengaran yang lebih peka dibanding orang dewasa. Dengan suara peluru yang kencengenya semena-mena, nggak akan ada bayi yang bisa stay cool. Apalagi sepanjang film sering terlontar dua kata penuh kasih, “ANJING!” dan “BANGSAT!”.

Maka gue ralat penyataan gue sebelumnya:

Menonton film The Raid tetap harus berpikir dua kali, terutama jika kamu orang tua yang hendak membawa anak.

Kejadian semacam ini harusnya juga jadi perhatian untuk penjaga bioskop. Film ini kan ada rating-nya. Jadi, bayi ya jangan dibolehin masuk.

Satu hal yang mungkin belum banyak yang tau, The Raid: Redemption adalah film pertama dari trilogi kehidupan Rama (Iko Uwais). Skrip untuk film sekuelnya sendiri udah selesai 95% dengan judul sementara: Berandal. Dan film ini juga akan menebus kekuarangan di film sebelumnya: ada aktor ceweknya cyiiin.

Bocoran dikit: sebenernya gue lolos casting film The Raid. Tapi dikeluarin di tengah jalan, karena kalo gue ikut main, judulnya bakalan jadi: The Haid.

Iko Uwais dan Igo Uwais. #BedaTipis

Dan ini versi parodinya buat temen-temen yang besok mau UN, dari @ikkakuro

Spoiler: Gambar-gambar di postingan ini nyolong dari imdb.com sama dimsoer.com
About these ads

27 thoughts on “The Raid: Gak Perlu Mikir Untuk Nonton

  1. ngakak banget ulasannya… jadi pengen nonton >_<

    Ageng: film ini ada diurutan 27 top film Hollywood juga loh.
    Wajib tonton, tapi harus siap mental. Banyak yang bilang kelewat sadis

  2. Untung gue gak jadi nonton, lebih milih nonton wrath of the titans.

    Ageng: oh yang itu. Saya belum sempet lihat, lebih tertarik liat ‘Hunger Games’ :p

  3. Kencana berkata:

    Film action yang bagus = 30% cerita yg masuk akal + 70% adegan action yg oke. Jadi The Raid okelah.

    Ageng: tolak ukurnya bener banget tuh, tapi kalo buat saya, The Raid itu 92% action 8% cerita.
    Kalo yang suka sama alur cerita, kemungkinan ya nggak suka film ini :)

  4. wakakakaka..
    liat text na keren tpi jd ngakak abiz liat ada happy tree ma igo.. :p

    #gaya rambut Machete Gang unik banget.. ahaha

    Ageng: Panggil aku Igo Uwais #PosePoseMacho

  5. bukan selera saya, tapi harus diakui karya ini lumayanlah. anak bangsa bisa membuat spt ini suatu kemajuan :D

    Ageng: tahun ini tahunnya perfilman Indonesia. Sebelum ini juga ada Negeri 5 menara, dan April ini ada Modus Anomali-nya Joko Anwar :D

  6. Oke, Ageng orang ke 4 yang bilang film ini ngga oke. Saya sudah benar2 tidak menyesal karena akhirnya memilih nonton Negeri 5 Menara.

    Ageng: sebenarnya saya bilang film ini oke, bahkan oke banget. Tapi denganc catatan, yang nonton cukup mental dan punya umur yang sesuai :D
    Btw, Negeri 5 Menara juga bukan keputusan yang salah kok :D

  7. banyak yang komentarin the raid bagus. Sayang aku lebih tertarik main game. Sayangnya…uhhh, kamu sudah baca post “Cinta yang Memilukan” kan? T.T

    Ageng: Sudah, belajar buat UN dulu sanah

  8. wah..kpan lah saya bisa nonton ne??di PDANG blum nongol2 jga..hiks:

    Ageng: Kirain dulu serempak diseluruh Indonesia. Ternyata nggak ya? :|

  9. banyak banget ya bilang bagus, tapi aku gabisa nonton film sadis. ujungnya bisa kaya si bayi itu. minimal merem lah sepanjang adegan sadis. tapi kata yang udah nonton adegan sadisnya banyaaaak banget. bisa2 sepanjang film merem deh -_-

  10. Fauzan Mars berkata:

    wah wah gue blum nonton nie
    tp gue yakin film the haid bkal lbih oke dari the raid (kalau ada dan kalau memang benar-benar bakal ada)

  11. Gila… gue baru nonton ni film tadi siang..SERIUS gue cuma bisa napas di 5 menit pertama! sisanya bikin gue keabisan napas! buat yang demen drama action, jangan terlalu ngarep. soalnya ini MURNI action, bro! gun fighting nya lumayan banyak, tapi fist fightingnya jauhh lebih banyak dan ini adalah kelebihan dari The Raid.

Bro.. komennya bro Щ(º_ºщ) #pengemiskomen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s